TAKDIR ITU BUKAN PILIHAN
mengambang dihari setengah siang
kuncup kuncup terpapas
bunga bunga berkelopak terhias tetesan rinai hujan
sepenggal asa ku titipkan
lewat sepoi sang bayu
bisik mesra masih juga terbawa burung terbang kesana...
ahh...ranum mu ku lihat indah
segarmu menggoda mata
tapi raih tanganku tak sampai juga
apadaya....
hanya galian galian lonbang itu menganga
jurang pembatas atas dosa
aku tak ingin engkau sakit
dan hanya karena Cinta terluka dan tersiksa
jejarum waktu melaju
tak mungkin diam terpaku ditempat
sesal terkadang ada saat saat
pelupuk mata melihat keaneka ragamanan surga dunia
bisikan hati oleh bahagia sejoli
tapi sejauh kita memandang hamparan bumi
hanya biru yang kita dapati
dan takdir tak bisa ditentukan karena itu bukan pilihan
Jejak Pena Bisu
070113
hkng
mengambang dihari setengah siang
kuncup kuncup terpapas
bunga bunga berkelopak terhias tetesan rinai hujan
sepenggal asa ku titipkan
lewat sepoi sang bayu
bisik mesra masih juga terbawa burung terbang kesana...
ahh...ranum mu ku lihat indah
segarmu menggoda mata
tapi raih tanganku tak sampai juga
apadaya....
hanya galian galian lonbang itu menganga
jurang pembatas atas dosa
aku tak ingin engkau sakit
dan hanya karena Cinta terluka dan tersiksa
jejarum waktu melaju
tak mungkin diam terpaku ditempat
sesal terkadang ada saat saat
pelupuk mata melihat keaneka ragamanan surga dunia
bisikan hati oleh bahagia sejoli
tapi sejauh kita memandang hamparan bumi
hanya biru yang kita dapati
dan takdir tak bisa ditentukan karena itu bukan pilihan
Jejak Pena Bisu
070113
hkng
Ahh...AKU GUNDAH
oleh : Abjad Tak Beraturan
gamang terterawang diangan
salahkah bila sudah merasa kalah
seperti tetes diatas atap malam ini
hanya sesekali terdengar
aku terkelpar di kebimbangan
antara rasa iya dan tidak
didua pilihan yang berat menerima ataukah menolak
setelah beberapa waktu berlalu
kamu datang mengetuk hatiiku
pinta itu....
seperti hembusan nafas yang tak bisa ku lerai
suara mendayu suguhkan secawan madu
ku mengakui tak bisa bilang tak rindu
biar terkulai kemarin dengan pasak hampamu
tapi ....
sejenak aku mengatakan pada diri ini
aku masih mencintai
tatapan jiwa mu mengupas ragaku
dan biarku diam sementara waktu
untuk mengunyah rasa yang ingin aku mau
aahh...aku gundah
ADA APA DENGAN AKU.
oleh Jejak Pena Bisu pada 5 Januari 2013
Entah apa yang mengontaminasi nalar ku, hingga aku begitu menggebu merindu mu.
Setiap teguran ku terjang, tanpa perduli luka yang penting aku senang.
Adakah yang salah akan sikap ku ? Ya mungkin..
Aku yang salah terlalu mengharap mu merengkuh ku, Sedang aku sendiri belum mampu mendekap kesedihan mu sehingga berasa nyaman dalam buai ku. Aku yang belum mampu mengubah tangs pilu itu menjadi tawa renyah mu.
Obsesi itu mempermainkan rasa, yang tiba-tiba menjadikan aku terlempar ke dunia kekanakan.. Hingga tak pernah tau akan maya atau nyata.
Di balik tembok, aku mencurahkan semua kekonyolan-kekonyolan yang timbul, melipat kaki, tertunduk dan sekali kala mengepalkan tangan dan meluncurkannya pada dinding putih yang tepat berada di hadapku. Kali ini aku gagal mengatur asa.. Tak mengapalah., aku percaya saja pada takdir yang membawa ku nanti. Karena mungkin ini yang kini harus ku nikmati.
Hkng*
oleh : Abjad Tak Beraturan
gamang terterawang diangan
salahkah bila sudah merasa kalah
seperti tetes diatas atap malam ini
hanya sesekali terdengar
aku terkelpar di kebimbangan
antara rasa iya dan tidak
didua pilihan yang berat menerima ataukah menolak
setelah beberapa waktu berlalu
kamu datang mengetuk hatiiku
pinta itu....
seperti hembusan nafas yang tak bisa ku lerai
suara mendayu suguhkan secawan madu
ku mengakui tak bisa bilang tak rindu
biar terkulai kemarin dengan pasak hampamu
tapi ....
sejenak aku mengatakan pada diri ini
aku masih mencintai
tatapan jiwa mu mengupas ragaku
dan biarku diam sementara waktu
untuk mengunyah rasa yang ingin aku mau
aahh...aku gundah
ADA APA DENGAN AKU.
oleh Jejak Pena Bisu pada 5 Januari 2013
Entah apa yang mengontaminasi nalar ku, hingga aku begitu menggebu merindu mu.
Setiap teguran ku terjang, tanpa perduli luka yang penting aku senang.
Adakah yang salah akan sikap ku ? Ya mungkin..
Aku yang salah terlalu mengharap mu merengkuh ku, Sedang aku sendiri belum mampu mendekap kesedihan mu sehingga berasa nyaman dalam buai ku. Aku yang belum mampu mengubah tangs pilu itu menjadi tawa renyah mu.
Obsesi itu mempermainkan rasa, yang tiba-tiba menjadikan aku terlempar ke dunia kekanakan.. Hingga tak pernah tau akan maya atau nyata.
Di balik tembok, aku mencurahkan semua kekonyolan-kekonyolan yang timbul, melipat kaki, tertunduk dan sekali kala mengepalkan tangan dan meluncurkannya pada dinding putih yang tepat berada di hadapku. Kali ini aku gagal mengatur asa.. Tak mengapalah., aku percaya saja pada takdir yang membawa ku nanti. Karena mungkin ini yang kini harus ku nikmati.
Hkng*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar