IBU KU RINDU
Ibu....
Kususuri jejak surgamu
Agar engkau tahu
Aku rindu.
Sampai pada detik ini, tak ada sedikitpun penyesalan atas apa yang sudah terjadi dan telah ku jalani.
Terima kasih "Tuhan" telah memberikan kepada ku orang-orang yang mengajarkan aku kuat.
Jika pernah ada air mata, maka itu bukanlah bentuk keputus asa an ku, melainkan cara ku untuk membuang sedikit sesak. Dan mengisi celah kelegaan baru dengan ketegaran.
Maafkan aku "Tuhan" jika pernah ada benci kepada mereka yang mengasihiku. Sungguh.. Bukan itu maksud ku, namun.. Cara mereka justru membuat ku lemah dan mengharuskan aku bersandar pada bahu yang bukan seharusnya untuk ku.
Bu..
Percayakan padaku
Putri kecil mu tlah tumbuh dewasa.
Tak kan pernah ada patah semangat di jalan yang telah ku lewati.
Bu..
Selama "Tuhan" masih mempercayakan nafas ini melewati urat nadi ku.
Selama itu rindu, pengabdian dan do'a selalu terlafaz untuk mu.
"Tuhan"..
Jaga selalu ibu ku dalam indah syurga mu.
Karena hanya Engkaulah Maha segala kemurahan dan Maha Penyayang. Aamiin.
feat : Jejak Pena Bisu
IBU
Ibu....
dahulu engkau ajarkan meminum susu
disaat yang sama engkau berikan sesuap nasi
belum lepas lagi bermain air mandi
dan akhirnya berjalan mencari makanan sendiri
Ibu...
dulu engkau ajarkan a,ba, ta, tsa
lalu ku raih buku untuk dibaca
tak lama aku menarik pena
lantas sudah becarik uang kertas masuk kedalam saku celana
Ibu.....
dulu engkau berkata, Tidak !
saat aku kenalkan seorang gadis desa
walau teriring tangis meminta
tetap saja uang saku takkan kering menipis
lalu dua cucu ku bawa sebagai penawar duka lara
Ibu....
hari ini engau meminta tolong
hanya sekedar memakaikan kerudungmu
tapi pelupuk mataku sudah medung
tak lama setelah engkau pergi derai tangis mengganti
aku bahagia Bunda...
Ibu....
waktu itu engkau ceritakan tentang bidadar i
baik hati dan pemurah serta berbau harum surga
lelapku tertidur dalam mimpi
ternyata Bidadari itu tak lain Engkau Bunda....
aku mendo'a
Ibu....
Aku ingin engkau bahagia
selamanya...
Abjad Tak Beraturan
040113
Griya Blimbing
Ibu....
Kususuri jejak surgamu
Agar engkau tahu
Aku rindu.
Sampai pada detik ini, tak ada sedikitpun penyesalan atas apa yang sudah terjadi dan telah ku jalani.
Terima kasih "Tuhan" telah memberikan kepada ku orang-orang yang mengajarkan aku kuat.
Jika pernah ada air mata, maka itu bukanlah bentuk keputus asa an ku, melainkan cara ku untuk membuang sedikit sesak. Dan mengisi celah kelegaan baru dengan ketegaran.
Maafkan aku "Tuhan" jika pernah ada benci kepada mereka yang mengasihiku. Sungguh.. Bukan itu maksud ku, namun.. Cara mereka justru membuat ku lemah dan mengharuskan aku bersandar pada bahu yang bukan seharusnya untuk ku.
Bu..
Percayakan padaku
Putri kecil mu tlah tumbuh dewasa.
Tak kan pernah ada patah semangat di jalan yang telah ku lewati.
Bu..
Selama "Tuhan" masih mempercayakan nafas ini melewati urat nadi ku.
Selama itu rindu, pengabdian dan do'a selalu terlafaz untuk mu.
"Tuhan"..
Jaga selalu ibu ku dalam indah syurga mu.
Karena hanya Engkaulah Maha segala kemurahan dan Maha Penyayang. Aamiin.
feat : Jejak Pena Bisu
IBU
Ibu....
dahulu engkau ajarkan meminum susu
disaat yang sama engkau berikan sesuap nasi
belum lepas lagi bermain air mandi
dan akhirnya berjalan mencari makanan sendiri
Ibu...
dulu engkau ajarkan a,ba, ta, tsa
lalu ku raih buku untuk dibaca
tak lama aku menarik pena
lantas sudah becarik uang kertas masuk kedalam saku celana
Ibu.....
dulu engkau berkata, Tidak !
saat aku kenalkan seorang gadis desa
walau teriring tangis meminta
tetap saja uang saku takkan kering menipis
lalu dua cucu ku bawa sebagai penawar duka lara
Ibu....
hari ini engau meminta tolong
hanya sekedar memakaikan kerudungmu
tapi pelupuk mataku sudah medung
tak lama setelah engkau pergi derai tangis mengganti
aku bahagia Bunda...
Ibu....
waktu itu engkau ceritakan tentang bidadar i
baik hati dan pemurah serta berbau harum surga
lelapku tertidur dalam mimpi
ternyata Bidadari itu tak lain Engkau Bunda....
aku mendo'a
Ibu....
Aku ingin engkau bahagia
selamanya...
Abjad Tak Beraturan
040113
Griya Blimbing
JEJAK
oleh Jejak Pena Bisu pada 14 November 2012·
Dahulu..
Pada lipatan masa yang lalu
Ketika tiap rasa belum ku kenali namanya
Pahit dan manis telah menjadi nomor satu dalam sejarah hidup ku.
Kemarin..
Pada hari yangg telah terlewati
Mengecap banyak arti dari ribuan rasa
Menundukkan angkuh ku pada ribuan kata bahwa sengsara hanya milik ku
Sedang nyatanya nikmat itu masih mengalir dalam tiap hariku di atas mereka yang lebih menderita dari apa yang aku kira.
Hari ini..
Dengung syukur tiada henti
Terlafas tanpa lelah menjadi sebuah arti
Semua yang terjadi adalah bagian dari nikmat-MU yang tak bisa ku dustakan.
Duch gusti illahi robbi..
Sujud tobat atas segala kekotoran diri..
Semoga ketika esok masih ada sisa waktu untuk membuka mata, maka hati tlah sadar sepenuhnya dari dosa. :'(
SYAIR BAIT BAIT PENA RINDU
pena menari disore hari
lukis cakrawala fatamorgana
senja...
lama lama aksara tertera
bait bait abjad ditata rapi
jejak jejak mulai muncul berurutan
tapi rinduku masih bisu
masih dalam pasung asamu
dalam ikatan kuat hatimu
aku kalah...
panaku melemah
kertasku basah dari setitik demi setitik
dan aliran ini membelah pipi
aku tetap ada disini dalam kesendirian
disenja yang sunyi
kemana kata Cinta itu lari
atau termakan obat dokter kemarin yang engkau dapat
hingga lenyap dan mengganga pintu hatiku tiada yang datang
kosong....
karena kepompong telah ditinggal pergi sang kupu
ranting ini juga sudah terkulai kering
dan tiada bunga indah di senja
hanya sisa bait bait dari jejak pena yang Bisu...
walau aku mencari dan menunggu rindu itu
Aku rindu
jejak pena bisu
040113
Singapura
oleh Jejak Pena Bisu pada 14 November 2012·
Dahulu..
Pada lipatan masa yang lalu
Ketika tiap rasa belum ku kenali namanya
Pahit dan manis telah menjadi nomor satu dalam sejarah hidup ku.
Kemarin..
Pada hari yangg telah terlewati
Mengecap banyak arti dari ribuan rasa
Menundukkan angkuh ku pada ribuan kata bahwa sengsara hanya milik ku
Sedang nyatanya nikmat itu masih mengalir dalam tiap hariku di atas mereka yang lebih menderita dari apa yang aku kira.
Hari ini..
Dengung syukur tiada henti
Terlafas tanpa lelah menjadi sebuah arti
Semua yang terjadi adalah bagian dari nikmat-MU yang tak bisa ku dustakan.
Duch gusti illahi robbi..
Sujud tobat atas segala kekotoran diri..
Semoga ketika esok masih ada sisa waktu untuk membuka mata, maka hati tlah sadar sepenuhnya dari dosa. :'(
SYAIR BAIT BAIT PENA RINDU
pena menari disore hari
lukis cakrawala fatamorgana
senja...
lama lama aksara tertera
bait bait abjad ditata rapi
jejak jejak mulai muncul berurutan
tapi rinduku masih bisu
masih dalam pasung asamu
dalam ikatan kuat hatimu
aku kalah...
panaku melemah
kertasku basah dari setitik demi setitik
dan aliran ini membelah pipi
aku tetap ada disini dalam kesendirian
disenja yang sunyi
kemana kata Cinta itu lari
atau termakan obat dokter kemarin yang engkau dapat
hingga lenyap dan mengganga pintu hatiku tiada yang datang
kosong....
karena kepompong telah ditinggal pergi sang kupu
ranting ini juga sudah terkulai kering
dan tiada bunga indah di senja
hanya sisa bait bait dari jejak pena yang Bisu...
walau aku mencari dan menunggu rindu itu
Aku rindu
jejak pena bisu
040113
Singapura

Tidak ada komentar:
Posting Komentar