SENDIRI LAGI
meregang sela memanjang
tanpa guna mulut tlah penuh buih busa
tapi patung batu tetaplah diam ambigu
ingin membisikkan rindu
hanya sisa lemparan pedih, percuma
dimana letak Cinta ?
hanya engkau tautkan dibaris dukaku tiap waktu
membesarkan si ini dan si itu
kau lipat adaku hanya dengan sepenggal suara dan aksara
Engkau jejakkan kaki kaki lain memaksa ruas hati sabarku
lelah...jiwa mati menanti
lemas....raga sahwat melarat ingin memenuhi
lunglai....atas pindai kemauan dirimu
jauh kini...
semai cinta yang ku tanam tlah coklat sekarat
sedianya pupuk tersebar setiap waktu
sedari seduh subuh hingga katup matamu memaksa menutup
aku tlah usahakan berdiri jadi karang penjaga
dari terpa glombang hasrat mu
tapi anggapmu bakau bakau itu tlah tenggelam
dan mati tak sisa kuncup kembali
semai cinta ini kau abaikan
dan sepenggal mulut kawan lebih utama dari fikir pandai mu
sesak....memaksa dada terelus
dan kukulusi satu satu sisa semai ku
biarkan ruang hati ini tanpa wangi asamara
Fas bungaku mungkin untuk bunga yang akan datang
dan beku ...didingin jiwa matiku
kini pergiku jejakkan kaki hati....
mencoba luas hari tanpamu kembali
Abjad Tak Beraturan
27/01/2013 - wngri
Syair Jiwa Mati
meregang sela memanjang
tanpa guna mulut tlah penuh buih busa
tapi patung batu tetaplah diam ambigu
ingin membisikkan rindu
hanya sisa lemparan pedih, percuma
dimana letak Cinta ?
hanya engkau tautkan dibaris dukaku tiap waktu
membesarkan si ini dan si itu kau lipat adaku hanya dengan sepenggal suara dan aksara
Engkau jejakkan kaki kaki lain memaksa ruas hati sabarku
lelah...jiwa mati menanti
lemas....raga sahwat melarat ingin memenuhi
lunglai....atas pindai kemauan dirimu
jauh kini...
semai cinta yang ku tanam tlah coklat sekarat
sedianya pupuk tersebar setiap waktu
sedari seduh subuh hingga katup matamu memaksa menutup
aku tlah usahakan berdiri jadi karang penjaga
dari terpa glombang hasrat mu
tapi anggapmu bakau bakau itu tlah tenggelam
dan mati tak sisa kuncup kembali
semai cinta ini kau abaikan
dan sepenggal mulut kawan lebih utama dari fikir pandai mu
sesak....memaksa dada terelus
dan kukulusi satu satu sisa semai ku
biarkan ruang hati ini tanpa wangi asamara
Fas bungaku mungkin untuk bunga yang akan datang
dan beku ...didingin jiwa matiku
kini pergiku jejakkan kaki hati....
mencoba luas hari tanpamu kembali
Abjad Tak Beraturan
27/01/2013 - wngri
Syair Jiwa Mati
meregang sela memanjang
tanpa guna mulut tlah penuh buih busa
tapi patung batu tetaplah diam ambigu
ingin membisikkan rindu
hanya sisa lemparan pedih, percuma
dimana letak Cinta ?
hanya engkau tautkan dibaris dukaku tiap waktu
membesarkan si ini dan si itu
kau lipat adaku hanya dengan sepenggal suara dan aksara
Engkau jejakkan kaki kaki lain memaksa ruas hati sabarku
lelah...jiwa mati menanti
lemas....raga sahwat melarat ingin memenuhi
lunglai....atas pindai kemauan dirimu
jauh kini...
semai cinta yang ku tanam tlah coklat sekarat
sedianya pupuk tersebar setiap waktu
sedari seduh subuh hingga katup matamu memaksa menutup
aku tlah usahakan berdiri jadi karang penjaga
dari terpa glombang hasrat mu
tapi anggapmu bakau bakau itu tlah tenggelam
dan mati tak sisa kuncup kembali
semai cinta ini kau abaikan
dan sepenggal mulut kawan lebih utama dari fikir pandai mu
sesak....memaksa dada terelus
dan kukulusi satu satu sisa semai ku
biarkan ruang hati ini tanpa wangi asamara
Fas bungaku mungkin untuk bunga yang akan datang
dan beku ...didingin jiwa matiku
kini pergiku jejakkan kaki hati....
mencoba luas hari tanpamu kembali
Abjad Tak Beraturan
27/01/2013 - wngri
Syair Jiwa Mati
meregang sela memanjang
tanpa guna mulut tlah penuh buih busa
tapi patung batu tetaplah diam ambigu
ingin membisikkan rindu
hanya sisa lemparan pedih, percuma
dimana letak Cinta ?
hanya engkau tautkan dibaris dukaku tiap waktu
membesarkan si ini dan si itu kau lipat adaku hanya dengan sepenggal suara dan aksara
Engkau jejakkan kaki kaki lain memaksa ruas hati sabarku
lelah...jiwa mati menanti
lemas....raga sahwat melarat ingin memenuhi
lunglai....atas pindai kemauan dirimu
jauh kini...
semai cinta yang ku tanam tlah coklat sekarat
sedianya pupuk tersebar setiap waktu
sedari seduh subuh hingga katup matamu memaksa menutup
aku tlah usahakan berdiri jadi karang penjaga
dari terpa glombang hasrat mu
tapi anggapmu bakau bakau itu tlah tenggelam
dan mati tak sisa kuncup kembali
semai cinta ini kau abaikan
dan sepenggal mulut kawan lebih utama dari fikir pandai mu
sesak....memaksa dada terelus
dan kukulusi satu satu sisa semai ku
biarkan ruang hati ini tanpa wangi asamara
Fas bungaku mungkin untuk bunga yang akan datang
dan beku ...didingin jiwa matiku
kini pergiku jejakkan kaki hati....
mencoba luas hari tanpamu kembali
Abjad Tak Beraturan
27/01/2013 - wngri
Syair Jiwa Mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar