Sabtu, 02 Februari 2013

Iqra' ( Bacalah )

  1. Iqra' ( Bacalah )

    Oleh:Abjad Abjad Tak Beraturan

    Iqra'...bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu
    tetes demi tetes menggaris dipipi
    terkuliti didiri ini satu satu
    dari rentetan kenang bayang berkubang dosa
    aku memunujat sebagai Hamba....

    Iqra'...Bacalah dengan nama Tuhan-Mu
    lafas dzikir Istiqfar melantun merdu
    menghantar hening malam aku bersimpuh
    bukalah...bukakanlah pintu itu yaa Rabbana
    aku ingin melangkah dari duri Dosa

    Iqra'...Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu
    tak jemu tiap larik malam berlalu
    memuji Asmaulhuna diantara tasbih yang bergandeng
    beruku' sujudku...dalam rekaat rekaat terlepas
    hanya walas dan asih itu yang ku cari
    berjuta juta ni'mat semoga sedikit tersemat

    Iqra'...Bacalah dengan nama Tuhan-Mu
    sholawat salam atas junjungan rasul
    semoga kelak menyusul dikubur
    dengan sebuah keindahan Khusnul khotimaah
    terbuang dari segala Aluamah

    Iqra'...Bacalah dengan nama Tuhan-Mu...
    hirupan nafas semoga selalu ada padaku

    ::::::::::
    Ada Didada Mu
    oleh : Abjad Tak Beraturan

    jurang.....
    jeram terlmpau dalam terajam
    hingga mata tak juga terpejam

    lunglai....
    terparut hati terbengkalai
    sisir diri ini siji sawiji

    lemas.....
    dikeramas sekujur badan teremas
    jajari itu melulusi hati diperas

    pedih...
    gores luka sebilu dari kasih
    tak juga ada abjad hanya tertera ini sedih

    kasih...
    andai engakau memang itu
    diammu menjadi ragu
    masihkah adaku didalam dadamu......

    *miss u
  2. GENGGAM satu TANGANKU
    oleh : Abjad Tak Beraturan

    gengam erat sayang
    ambil satu dari tanganku
    aku menantimu disini
    diantara rerimbunan bunga yang tengah mekar
    kupu kupu beterbangan menari
    mejemput indah surgawi hati
    desember kini.....
    hujanpun ikut menyirami
    duahati yang coba mengikat diri
    janji suci seikhlas hati menerima dan memberi
    semampu menunggu hingga pisah itu dari Tuhan-ku
    dan bila itu.....
    kamu genggam tanganku
    sama sama menjemput hidup baru
    dari bangunan setapak demi setapak
    bergeser sedikit demi sedikit
    akhirnya nanti....
    puncak itu kita dapati
    saat Asamarandana hadir kembali
    setelah runtuh beberapa kali
    pun terjatuh dijurang dalam
    kita bangun dengan kekuatan bersama
    jangan sendirian....
    karena tak mungkin bisa melambungkanya
    genggam erat lalu bersama sama
    kita wujudkan cinta kasih kita berdua.....
  3. DALAM RUANG BEKU
    oleh: Abjad Tak Beraturan

    apakah ini tempat yang aman ?
    atau hanya sekedar lari dari bayangmu ?

    biarku berdiam dalam gelap ruang
    cahaya diri mu membuat silau mata
    dan aku hanya terlena dalam suatu kesalahan
    terpenjara mungkin itu pilihan bijak
    dari pada beranjak jalan tapi aku kelimpungan kesakitan
    atau hanya akan terbias dikebutaan arah

    gelap ini menakutkan
    meringkuk duduk ditengah kebimbangan
    antara iya dan tidak biar ku tentukan pilihan
    dikesendirian dengan temaram ruang
    hatiku menjadi ragu mau menerjang
    karenan sebetulnya aku sangat sayang

    harus ini
    tertelan ludah ku sendiri menahannya
    isak tangis ini
    menetes satu satu menahan kemauan
    dan sombong ini
    telah terinjak remuk atas langkahmu sayang

    biarku tetap menunggu dalam ruang beku
    dan membisu sendiri tanpa menyadari arti ini
    karena kelak aku yakini
    dari suara hati iini telah berucap
    kamu akan menyesal telah menaruhku disini
    pun sinarmu akan meredup luluh dalam pelukan kasih sayang ku
    aku tau itu
    sabarku tetap ada diruang hati membiru...untukmu




    feat "me"
  4. Menakar Diri dalam Sholat
    oleh : Abjad Tak Beraturan

    Bismillaahi rrahmaani rrahiim

    " Pangkal seua perkara itu ada di Islam dan tiangnya adalah Sholat dan puncaknya adalah Jihad di Jalan Allah ( Hadish At-Tirmidzi )

    QS Al-Mudattstir 42-43

    " Apakah yang menasukkan kamu kedalam neraka Saqar Mereka menjawab : Kami dahulu tidak termasuk orang orang yang mengerjakan sholat "

    dari hadish At-Tirmidzi :
    " Amal yang pertama dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba adalah Sholatnya dabn Jika Sholatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya jika rusak sesungguhnya telah gagal dan merugilah ia "

    Ibnu Qoyyim lantas menyimpulkan ada 5 tingkatan orang orang yang melaksanakan Sholat :

    1. Orang yang sholatnya Lalai
    orang yang mendhalimi diri sendiri ia melakukan sholat dengan alakadarnya untuk meleps kewajiban semata, tidak menyempurnakan wudhu , waktu dan syarat syarat dan rukunnya

    "maka celakalah bagi orang orang yang sholat yaitu orang orang yang lalai dari sholatnya " ( QS Al Ma'un 4-5 )

    2. Was Was
    orang yang menjaga sholatnya dengan waktu sholat wudhu dan syarat serta rukunnya tapi takberdaya menghadapi bisikan syetan pikirannya masih diluar sholat.

    3. Sadar Hakikat Sholat
    tingkat ini sudah mulai memiliki hakikat sholat tapi syetan juga berusaha keras melalaikan sholatnya

    "sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu karena sesungguhnya syetan syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjad penghuni neraka yang menyaa nyala ( QS Fatthir ayat 6 )
    jadi sewaktu sholat hanya sibuk melawan bisikan syetan semata dan lali akan bikiran dalam sholatnya

    3. Shalat Sempurna

    orang nyang sholat dengan menyempurnakan syarat rukun dia sadar kewajibannya adalah menyempurnakan semua itu, ketika sholat hatinya hadir bersama jasad menghadap Allah
    Orang ini mlai bisa lega dalam sholat dan usaha yang terus dilakukannyauntuk mengusir syetan mualai berhasil
    bis menjawab : Demikian Kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semua kecuali hamba hambaMu yang Mukhlis diantara mereka ( QS Shaad 82-83 )
    Mukhlis ialah orag orang yang telah diberi taufik untuk mentaati segala petunuk Allah

    5. Sholat Melihat Allah

    Orang yang menegakkan sholat deengan sempurna dan hatinya hadir menghadap Allah ia sadar sedang berhadapan dengan Allah dan seolah olah ia melihat Allah . Sholat baginya bukan Beban lagi tapi sudah menjadi suatu yang menghilangkan duka dan lara.

    Jibril bertanya : apakah yang dimaksud Ikhsan ? rosullah menjawab : Engakau beribadah kepada Allah seolah olah engaku dapat melihatnya sesungguhnya Allah melihat Engkau ( HR Bukhari )

    " Allah menjadikan kesenanganku ada dala Sholat ( HR An Nasai )

    dari keterangan diatas mebetapa ita ingin Sholat kita berada di type sholat yang ke4-5 karena itu harapan setiap hamba yang sholeh dan tetap Istiqomah adalah jalan yang terbaik....

    marilah kita memperbaiki diri untuk meraih itu semua...Wallahu A'lam....

    semoga tulisan ini jadi cambuk bagi kita semua dan apabila ada penulisan yang salah ataupun kurang itu semata mata kekurangan dari Abjad serta kedangkalan ilmu saya dalam berpena....

    salam santun dan terimakasih untuk semuanya...wassalam u'alaikum wr.wb...


    sumber Tafsir dan kitab Al Wahabil Al Shayyib serta Majalah Arsanda.
  5. ::::: MATAHARI KU
    oleh : Abjad Tak Beraturan

    jelas terpajang diatas ruang
    diantara mega mega yang mengudara kamu selipkan cahaya
    takkan habis walau waktuku yang menipis
    sepenggal sepengal detik itu berjalan
    kamu ikuti dengan perlahan
    Matahariku.....
    kini engkau sudah rubah waktu ku
    dan kini siang sudah menjelang bahkan terik terpanggang
    tapi sayang....
    kali ini aku terbasahi tetesan itu
    dari berjuta juta yang datang dan berusaha menutupimu
    sejatinya aku menunggu mu
    aku ingin melangkahkan kaki
    sejauh mungkin lompatan ini khan ku ambil
    supaya bisa menjauh dari jurang pemisahku
    agar bisa berubah atas nasib kerdilku
    Matahariku...
    separuh waktu telah kau makan dan berlalu
    pun hanya kebekuan yang terlahir hari ini
    diantara kisi kisi seni nya hidup
    dimana melodi itu tertinggal, yang hadir kini hanya sepenggal
    harusnya kubawa serta dalam lompatan nanti...
    ku menunggu disini
    diantara jurang penyekat ini
    aku hanya akan menyelami satu hati
    apakah itu salah mengartikan ?
    diamku menunggumu Matahariku, sembari mempersiapkan ini dan itu
    serta melulusi kebekuan hati itu berlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar