Kamis, 31 Januari 2013

TERLANJUR

TERLANJUR

terperas cintaku padamu
hanya tak bertuan kembali
tahan ingin menahan dengan dua tangan
percum bila....
raga ada bersamaku tapi cinta tlah menjauh
memaksa menerima dengan elus sabar didalam dada
rongsokan datang kembali dari hati meluka
dan kamu....
salah satu yang meninggalkan sampah taklain bekasmu
tapak petilasan yang pernah kau tulis
dengung dengun manja yang tersiar lewar sepoi angin
seripihan senyum duka

kemana aku mengadu ?
hanya tersenggal pegal didalam kalbu
ternyata wangi harum bukan untukku
ternyata hanya sisa sia yang kemau berikan kemarin
dan teman " sesal " ada disini
karena aku ternyata "terlanjur benar tlah mencintai "

Abjad tak Beraturan
27/01/2013
Syair Jiwa Mati

SEPENGGAL RASA CINTA

SEPENGGAL RASA CINTA

silau pandangku
hanya lihat samar samar adamu
hai.... dara ayu..
bias sinar keindahan terlampuau terang
lalu gapai tanganku tak mengenai di ujung tanganmu
help me...please...?

haruskah aku merunduk memohon ?
bilakah iya....tidakkah aku hina ?
hanya sekedar memelas rasa Cinta lalu menghamba ?
baiklah ....mungkin cahaya mu telampau terang
hingga kegelapan didiriku tertutup ada kalauanmu

tolong aku....
baitkan Puisi Cinta dengan nyata disecarik alam sadarku
goreskan sedikit tinta hidupmu
untuk menutup sisa ruang kegelapan
dan bila engkau sertakan bumbu Asmara
segenggam bahagia pasti aku terima

putri putri pasutri mengitari langit maya
hanya sebatas kata aku memuja
dan tak bisa di pungkiri
hanya menanti di senja jingga bekal malam hariku
dan aku menunggu uluran air kasih mu....Dinda

Abjad Tak Beraturan
27/01/2003 ~ Wngri
Syair Jiwa Mati

SEPUTIH KRYSAN TERTIUP ANGIN

Seputih Bunga Krysan,Tertiup Angin

sepoi angin membawaku pada lapang ilalang
ditengah padang rumput bergoyang ikuti irama gendang alam
lagak gaya bak peremuan
bermanja lompat kiri dan kanan

riang senang hingga terlupakan
setangkai bunga rumput liar terpegang ditangan
putih indah merekah semestinya tapi sayang
bunga pujaan sudah tinggal kenangan

memori itu menari nari bersama ombak yang bernyanyi
suara merdu sang pujangga membuai angan
dendangkan syair syair rayuan
kuterbuai serasa melayang di negeri awan

elok nian bait syair sang pujangga merdu mendayu lukisan hati nan sendu
tangis pilu bukan menghibur qolbu
bunga teriup angin berlalu surai senyum
menghias bibir walau kelam masih menyulam

bungaku pun tak terasa habis terterpa sang Bayu
sisa tangis penyesalan dalam dada
pada titik rinduku tak bertepi rindu ini tetap ku miliki
walau malam menjelma suram bunga tetap ku gemgam

tangkai bunga bersisa tangkai ditangan
sang bulir bulir beterbangan ke Langit biru
hingga sisa sisa rindu yang gagu
malu mengaku kalau cinta telah berlalu



Abjad Tak Beraturan
from with my notes

MERUNDUKLAH

MERUNDUKLAH

tlah ku resapi
setelah mangadukan pada-Nya yang Esa
membiarkan mu itu lebih baik
sama sama adamu juga hanya direranting dunia
sepandai apapun juga hanya atas kehendak-Nya
seponggah kau jejal aluamah tetaplah dibatas isi
dan bila bilik sisi perutmu tlah kenyang
reranting tak mungkin kuasa menahan
lalu jatuh terkelapar
tepat dikubang selebar badan
itupun wajibnya mahkluk
tertekuk hingga merunduk

Paksakan kuatmu
hinggapkan terbang tinggi mu sebatas kau mampu
tetap saja, ....
sarang kandang tujuan pulang
hingga tetangga, kawan sanak dan kadang meninggalkan
lari menjauh dari rangkul sauh congkak
karena seduhan tingkah usang gagak pemakan bangkai
lampah laku keliru kau tuju
dan benalu benalu diruas ranting pohon kehidupan
mengajari mu jadi penjarah penjarah serakah
dan segeralah berpasrah pada Rabbal'alamiin
ampunan dipastikan datang sebelum katup mata menutup
dan nafas masih bergelayut di nadi jatung hati
fasihkan fikiran mu, kawan.....

Abjad tak Beraturan
27/01/2013
Syair Jiwa Mati

KERINDUAN

KERINDUAN

rengkuh aku....
lepas lelah atas bahumu
sandar diri dipangku hangat
bila bisa....
jejari mengelus manja
bibir merah tipis merona
kecupan itu ku tunggu
penat pegal raga melayang
tertelan bahagia datang
sayang....
hanya pangkal ilusi dijanji
brlun genap petilasan adamu saat sekarang
dan petang kali ini masih metadang
dibatas tembok ku membayangkan
hadirmu memeluk manja dari belakang
dan ratakan meja hidang dengan penghat perut
sembari merajut mulut mulut menjemput
ternyata petang kini....
aku rindu yang pernah engkau beri
kecup senja mesra bersama canda tawa.....

Abjad Tak Beraturan
28/01/2013
Syair Jiwa Mati

TELAH BANGKIT DARI TIDUR

TELAH BANGKIT DARI TIDUR

begini, mau kamu....!
mati karakter hidupku ....

tapi ....sayang meski jasad ku mengering dari tinta
kapan saja aku masih bisa berpena
entahlah kenapa
lembar demi lembar gores pena bisa tertera
menjadi prasasti dari mereka yang punya hati nurani sertakan bangkitnya aku

dan aku ingin menjadi bayang bayang diatas isi kepala belakang mu
bangkitlah roh ku
aksara tetap menjadi makna atas kemauanku
lalu luka-luka atas mati yang engkau tusukkan ingin ku cari
mengorek dan mencabik cabik ketakutan makna kertas tertulis
yang kubaris di dinding dinding kawan sejawat
pun telah kau rebut rasa suka aksara disela guratan pena

mari-mari....aku disini
dilepas bayang malam mu
ditapal batas takutmu akan cinta bacaku
dimana kamu bersembunyi
apakah dibalik rok rok mini yang dikenakan Banci Banci
yang menggunakan topeng topeng badut
rasanya ingin menghibur
tapi dibalik niatmu kau gali kubur kubur

dan atas nama Jejak Pena ku yang membisu
roh ini bangkit untuk melanjutkan perjuangan
mencari kebenaran yang terlewat
dan mengumpulkan teman disimpul damainya hati
dalam dekap aksara Harmoni Jiwa
dialam maya ......
aku hadir dari tidur bukan dari kematian aksara serta pena.....

Jejak Pena Bisu
feat Harmoni Jiwa Maya

28/01/2013
Syair Jiwa Mati

DIMANA ADIL KU

DIMANA ADIL KU

padamu Ayah, aku bertanya
kemana adilnya Penciptaan Dunia
hingga lelapku hanya berselimut gelapnya cakrawala
dan siang payungku terik sinar sang Mentari
hingga raga satu satu menjadi cacian orang orang disana
dekilku membuat mereka menghina atas joroknya badan

padamu ibu, aku bertanya
adilkah jawaban Tuhan atas adaku sekarang
yang menahan keroncongan perut
hingga berat badan ini susuT tanpa susu yang ada
haus ku terbasuh hujan semata
dan sakit selalu beserta, tapi kemana obat mencarinya
dimana alas kasurku....Bunda....

bilik tetatangga rumah ku disana
ruas jalan tempatku bermain sehari hari
dan tangan ini tak lelah mengatungkan pinta iba
hanya inikah yang disebut "adil"nya hidup
lalu ku rajut bersama adik dijalan gelap akan masa yang akan datang
sampah, sering aku di dengungkan

Ayah.... Bunda....
kemana masa kanak kanakku
bermain kelereng, bermain bola, lompat tali seperti mereka
bermanja dibangku-bangku dengan sergam indah
dan pulang dikenyangkan dengan hidangan
hingga harum kasturi selepas mandi
kapan, aku dapati ?

Ayah...Bunda...
adamu mungkin sudah dialam sana
papa lara tertinggal hanya penggal hidup menanti jatah menyusul
dan rasanya adil ada serta dari mereka yang mengulurkan tangan
direcehan dan lembar kecil uang yang ku terima
dan atas pengenyang perut untukku bertahan hidup

aku memandang hari esok........ gelap !!!!
aku menanti pagi yang tak beda
hanya sepenggal kata "dimana adilku ditaruh oleh-Nya"
sementara aku hanya bisa menapak dengan bilur bilur raga
mencari tetesan kasih yang tersisa
semoga dibukakan seorang Pencerah adaku nanti...
aku mencari keadilan Tuhanku di kehidupan ini

Jejak Pena Bisu

29/01/2013
Syair Jiwa Mati

TIRAI HITAM

TIRAI HITAM ( MENGAMBANG )

hati nurani gelap, terbatas bening kaca
tak terlihat sekat yang ada, hanya bias sedikit menyilaukan mata
gelap isi didalam hatimu
hinga cahaya terang benderang masih belum mampu menguak
akan kebenaran otak otak kotor
fikiran hanya tegantung di nafsu sahwat...

bila mendung menyingkap dan tetes tetes terjadi
sekat itu masih menutupmu hingga tak juga terbasahi
engkau enggan membasuh dengan sedikit penyuci diri
penggal penggal hasrat mematikan dirimu dalam kehitaman
dan merasuk ke sendi nadi lalu menjalar kejatung dan ruas hatimu
picik, licik hanya berani dalam kurungan semata
lindungan sementera dalam hirup nafas dunia

sementara....
tetes tetes nurani hatimu sebenarnya terlihat
setelah menguapnya beberapa nama
setelah mencekik lehermu sendiri dari gurat gurar mereka yang berteriak
hanya saja, hati itu masih seperti baja...Keras !
walau bara membakarpun engka masih tetap tegak bergeming
dalam hati mengeras tak sedikitpun luluh
dan hanya sepenggal kata dari Penaku di aksara...
hidu tak mungkin akan sendirian dalam lobang hitam kelam
kupastikan kelak, kau keluar dari tirai dengan derai tangis sesal
dan, teriakkanmu telah diabaikan orang-orang yang tak menganggapmu ada...
seperti hidup dalam himpitan dunia dan maya
mengambang......


Jejak Pena Bisu
30/01/2013
Syair Jiwa Mati

Hancurnya Rasa Sayang

HANCURNYA RASA KASIH SAYANG

entahlah ini disebut apa
lelah, resah atau payah
hanya gumpalan mengepal dalam hati... menyesal
seingat otak memindai lalu perintah ke jelusur pemahat rasa
adanya tertinggal sesak....!!!

kecewa, atau meradang panggang baraku
muak akan kasih yang tak jelas terterapkan
dan tekanan ini menggores jiwa
masihkah engkau mau mematikan khasanah kalbuku....

tertatap diri dicermin retak
belepotan tak tentu ujung, baik
dan terbelah raut muka
hingga kepalan tangan tak ayal ingin menghantam
apa yang ada didepanku ini
ternyata pasung Cinta yang mengurung jiwa

uuuuhhh...sehela nafas memanjang
aksara dati gurat pena terpajang
garis terang tak kunjung datang
bilakah digantung rasa begini ku tau jadinya
untuk apa bercinta
hanya gundah, resah dan berjuta amuk, remukkan raga

pagiku hilang gairah
pahit seduh teh hangatku
dan senyum sapa mereka terasa hambar
bagai tumbar tumbar tertebar dibilur sabar
aku mengerang kesakitan
dan engkau hanya "diam !"
lalu sengaja mendiamkan aku menahan mendung hitam sendirian.....
dalam hancurnya rasa Kasih Sayang

Abjad tak Beraturan
29/01/2013
Syair Jiwa Mati

Serpihan Waktu

SERPIHAN WAKTU

terik mentari telah datang bersama siang
sementara jalurku masih menapak tangga mendaki
lelahku ada dikelokan kemarin
dua kaki melangkah pelan, tak bisa sekuat kemarin
dan peluh mengalir menyiram segenap badan
jiwa raga terbasuh dalam derunya kelelahan

Asa, dimana pangkalnya ?
tapak menanjak dimana ujungnya ?
gapai tangan belum juga sampai
terdapat rama rama dijalanan hidup
kemilau tiara meski terlihat tapi di ketinggian
dimana sertamu yang bisa membungkus lelahku

serpihan waktu telah pecah...
detik detik masih bergerak bersama jejarum hari
siang masih panas dan malam dingin mencekam
belum ada yang mengesankan
dan harapan untuk datang secercah cahaya belum nampak jelas
aku masih dipadati dengan lumpur kegersangan

tertatihku dibelahan serpih waktu
baitkan untukku seutas senyum semangat untuk mendapat
baiatkan kalimat dalam aksara manja agar setidaknya harapan itu ada
songsonglah diri hina ini dengan setas tali kasih
agar lelah dera tak kurasa sendiri
biarkan terbagi susahnya waktu bersamamu
dan sedikit ringan bebanku menggapai Asa yang termakna

aku masih disini
di Serpihan Waktu.....


Abjad Tak Beraturan
29/01/2013
Syair Jiwa Maya

Tapak Tapak Kaki Ku

TAPAK TAPAK KAKI KU

sampai dimana,....entahlah
gurun gersangnya hidup telah terlewati
suka duka telah terselami bersama manis, pahit, asam dan asin
keringat menetes tak terukur berapa banyak
hanya gambar gambar bekas jejak kaki yang terlihat
dibelakang tinggalah kenangan

sejenak....rebahkan badan
digersang jiwaku yang terpanggang
teduh hanya dari awan awan penutup teriknya menatari
hijau itu telah lari
hanya bongkah tenaga sisa yang ada
dan aku berpasrah akan takdir yang Kuasa
semua telah ku tapaki atas waktu yang diberi

tak lelah,....nanar mata masih menatap kedepan
dengan sisa sisa gurat tenaga yang ada
yakinku bisa menggapai singgasana disana
dimana tempatku akan bernaung bersama Dia
hingga bahtera terkumpul pundi pundi tiara
di suburnya jiwa bersama bahagia
ditempat hijau rerimbun beserta senyumku kelak

kini, usah sesali...
hujan dan badai telah terlewati
dan janji pasti akan datang bersamaku
walau masih dilepas Asa mengambang bersama bias panas
tapi keyakinan ini takkan mati...
aku akan menjadi peneduh jiwa jiwa yang menantiku
direrumpun bambu yang tersusun jadi atap
antara bagi membagi kasih lewati masa
dan aku akan menutup mata bersama mereka yang ku cinta
Tapak Tapak Kaki ku masih akan berjalan menggapai tujuan.....



Abjad Tak Beraturan
Feat : Jingga Flamboyan

30/01/2013
Syair Harmoni Jiwa Maya

Perawan palsu

PERAWAN PALSU

di tepi ruas jalan ujung pagi
endusan mencumbu bau wangi
dari para perawan selesai mandi
berdandan rapi dengan buku buku dalam tas
abu putih seragam dikenakan rapi rapi sexy
bercanda ria menggoda dihalte tepi jalan
mengaku enggan ke bangku sekolahan
yang dieluhkan rasa bosan
ahh....Alasan....!!!

sementara bibirnya sudah berlipstik merah merekah
kancing baju setengah disisa merangsang mata
dan menawarkan jinak-jinak burung merpati
nongkrong disini atau keliling kota berdua
ditepian dia berujar...
bila dengus menderu abang mau
cicipi manis amis perawan palsu
tak banyak makan doku
cukup suka sama suka
tak sulit...
hanya pengganti kesah desah diatas kasur motel
atau sekedar...
pengganti bedakku yang terusap karena banyaknya peluh..

pandang memandang musang ditantang
sedikit kerlip lantas berdua menghilang
dari jalur palsu mengaku muda usia
ternyata rasanya tak beda dengan PSK....
SIALAN....!!!


Abjad tak Beraturan
Jan.31/2013
Syair Jiwa Mati
dr Seni Sastra Pembebasan Indonesia

Rabu, 30 Januari 2013

Jejak Pena

Jejak Pena Bisu

Pena masih sedikit bertinta
Biarkan tetap seperti adanya
Terlewat bersama jejarum detik waktu
Dan aku menuangkan kisah bersama Abjad tak Beraturan yang kutata dilembar maya
Biarkanlah....
Hanya sepenggal cerita
Usah risaukan adanya diriku
Aku hanya sepenggal Jejak Pena Bisu dari suara
Sedikit mencoba bercerita dengan aksara......
Dan Harmony Jiwa Maya.....
Itulah tujuanku