Kamis, 31 Januari 2013

Serpihan Waktu

SERPIHAN WAKTU

terik mentari telah datang bersama siang
sementara jalurku masih menapak tangga mendaki
lelahku ada dikelokan kemarin
dua kaki melangkah pelan, tak bisa sekuat kemarin
dan peluh mengalir menyiram segenap badan
jiwa raga terbasuh dalam derunya kelelahan

Asa, dimana pangkalnya ?
tapak menanjak dimana ujungnya ?
gapai tangan belum juga sampai
terdapat rama rama dijalanan hidup
kemilau tiara meski terlihat tapi di ketinggian
dimana sertamu yang bisa membungkus lelahku

serpihan waktu telah pecah...
detik detik masih bergerak bersama jejarum hari
siang masih panas dan malam dingin mencekam
belum ada yang mengesankan
dan harapan untuk datang secercah cahaya belum nampak jelas
aku masih dipadati dengan lumpur kegersangan

tertatihku dibelahan serpih waktu
baitkan untukku seutas senyum semangat untuk mendapat
baiatkan kalimat dalam aksara manja agar setidaknya harapan itu ada
songsonglah diri hina ini dengan setas tali kasih
agar lelah dera tak kurasa sendiri
biarkan terbagi susahnya waktu bersamamu
dan sedikit ringan bebanku menggapai Asa yang termakna

aku masih disini
di Serpihan Waktu.....


Abjad Tak Beraturan
29/01/2013
Syair Jiwa Maya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar