TIRAI HITAM ( MENGAMBANG )
hati nurani gelap, terbatas bening kaca
tak terlihat sekat yang ada, hanya bias sedikit menyilaukan mata
gelap isi didalam hatimu
hinga cahaya terang benderang masih belum mampu menguak akan kebenaran otak otak kotor
fikiran hanya tegantung di nafsu sahwat...
bila mendung menyingkap dan tetes tetes terjadi
sekat itu masih menutupmu hingga tak juga terbasahi
engkau enggan membasuh dengan sedikit penyuci diri
penggal penggal hasrat mematikan dirimu dalam kehitaman
dan merasuk ke sendi nadi lalu menjalar kejatung dan ruas hatimu
picik, licik hanya berani dalam kurungan semata
lindungan sementera dalam hirup nafas dunia
sementara....
tetes tetes nurani hatimu sebenarnya terlihat
setelah menguapnya beberapa nama
setelah mencekik lehermu sendiri dari gurat gurar mereka yang berteriak
hanya saja, hati itu masih seperti baja...Keras !
walau bara membakarpun engka masih tetap tegak bergeming
dalam hati mengeras tak sedikitpun luluh
dan hanya sepenggal kata dari Penaku di aksara...
hidu tak mungkin akan sendirian dalam lobang hitam kelam
kupastikan kelak, kau keluar dari tirai dengan derai tangis sesal
dan, teriakkanmu telah diabaikan orang-orang yang tak menganggapmu ada...
seperti hidup dalam himpitan dunia dan maya
mengambang......
Jejak Pena Bisu
30/01/2013
Syair Jiwa Mati
hati nurani gelap, terbatas bening kaca
tak terlihat sekat yang ada, hanya bias sedikit menyilaukan mata
gelap isi didalam hatimu
hinga cahaya terang benderang masih belum mampu menguak akan kebenaran otak otak kotor
fikiran hanya tegantung di nafsu sahwat...
bila mendung menyingkap dan tetes tetes terjadi
sekat itu masih menutupmu hingga tak juga terbasahi
engkau enggan membasuh dengan sedikit penyuci diri
penggal penggal hasrat mematikan dirimu dalam kehitaman
dan merasuk ke sendi nadi lalu menjalar kejatung dan ruas hatimu
picik, licik hanya berani dalam kurungan semata
lindungan sementera dalam hirup nafas dunia
sementara....
tetes tetes nurani hatimu sebenarnya terlihat
setelah menguapnya beberapa nama
setelah mencekik lehermu sendiri dari gurat gurar mereka yang berteriak
hanya saja, hati itu masih seperti baja...Keras !
walau bara membakarpun engka masih tetap tegak bergeming
dalam hati mengeras tak sedikitpun luluh
dan hanya sepenggal kata dari Penaku di aksara...
hidu tak mungkin akan sendirian dalam lobang hitam kelam
kupastikan kelak, kau keluar dari tirai dengan derai tangis sesal
dan, teriakkanmu telah diabaikan orang-orang yang tak menganggapmu ada...
seperti hidup dalam himpitan dunia dan maya
mengambang......
Jejak Pena Bisu
30/01/2013
Syair Jiwa Mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar