Sabtu, 02 Februari 2013

NOSTALGIA TERAKHIR

  1. NOSTALGIA TERAKHIR
    Terhempas badai raksasa
    jenuh penuh luka
    semilir sinis menyapa
    namum bukan getaran jiwa
    awan kelabu mulai berarak
    gemersik terdengar tawa anak anak lari berkeliaran
    puing puing keyakinan itu ku kumpul
    entah kemana arah ku tuju
    seperti musafir yang membawa diri
    dadaku bagai di palu palu
    menahan debaran sendu
    suara hatiku menjerit jerit pilu
    fikiranku menerawang jauh ke nirwana pagi
    sudah tiba masanya aku pergi
    aku mati dengan nostalgia ini
    terlalu jauh kau pergi
    hingga aku tak sanggup menanti


    singapura 30122012
    AKU SENDIRI
    oleh : Abjad Tak Beraturan


    kemarin masih bergurau
    tentang Senja...
    kini semai teman ku sudah mati
    hanya sisa janji diranting hati yang mengering
    kuncup berguguran bersama katup sang mentari
    dan aku sendiri

    kemarin masih menyapa
    tentang senja
    lerai satu satu hilang dari bisu tawamu
    hanya sisa bunga yang berguguran ditanah
    pupus sudah tak mau bersemi
    dan aku sendiri

    kemarin masih bersama
    menanti senja....
    riuh gelak tawa ramai ramai suka suka
    hanya sisa bekas tangisan saja
    kenapa engkau tega melakukannya'
    dan aku sendiri

    senja kali ini kututup berbeda
    menanti rona memerah di cakrawala dan Jingga
    kusisakan senyum sapa untuk kalian semua
    yang telah tiada disini
    karena aku sendiri
  2.  
     
    Jejak Pena Bisu

    jejak....
    bececer tempat berpijak
    namun bila malam kita menginjak
    hanya sisakan gelap hitam tak berbekas
    siapkan lentara biarkan sedikit terlihat
    buka mata bathin iklas dirasa

    pena.....
    apabila sisa tinta ada
    tuangkan saja dalam aksara bermakna
    singkirkan ambigu nafsu dunia fana
    luruskan hati pada niat yang suci
    abjad terukir saudarapun hadir
    berjabat insallaah menjadi sahabat......

    Bisu...
    diam hening malam belalu
    pena dituang tinggalkan aksara sahdu
    bilur bilur rindu tertuang satau satu
    pena bisu menjadi kata penentu

    Jajak pena bisu...
    hanya wakil kata luapan jiwa
    beraksara dari jiwa mati rasa
    tinggalkan bait bait puisi cinta terlena
    dan kecewa itu sudah sirna
    aku mulai bermain aksara da n makna.......

    jejak pena bisu
    030112
    Singpur

    sepotong semangat
    yang masih engkau semat
    selalu ku ingat
    sebuah pesan amanat

    biar...
    bilur luka menggores
    tinta tetap menetes lalu mengering jadi tulisan
    berabjad ku pajang di halaman syair
    dan engkau tau inilah takdir

    sudahlah...
    semua semau ku
    biarkan inginku terpacu dari rindu
    yang akan menorehkan jejak
    walau masih bisu
    tak mengapa
    karena aku sudah berusaha......

    abjad tak beraturan
    030113
    wonogiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar