Sabtu, 02 Februari 2013

PAT KULIPAT CINTAKU

  1. PAT KULIPAT CINTAKU

    oleh : Harmoni Jiwa Maya

    KULIPAT kaki ini ....
    sudah kelu kaku kaki tak bisa mendaki jauh lebih tinggi
    asa hanya sampai disini
    ku hanya sebentuk makhluk yang tak lepas dari kekurangan
    lelah menggapai impianmu Cinta....

    kULIPAT duduk....
    sejenak bercermin di tapal batas bayang hitam
    segenggam telah cukup untukku kenang
    jerih dari letih yang menghadang
    tersenggal nafas memburumu Cinta....

    KULIPAT hati,....
    sadari diri sendiri tak ada yang bisa dibanggakan
    hanya kosong kempompong yang ditinggalkan sang tuan
    jejari hidup yang tak juga mampan
    bekal ini sudah habis ditengah jalan Cinta....

    KULIPAT muka....
    malu sudah menguap dari dulu semenjak adamu
    letupan letupan ejek dari wajah wajah itu sudah biasa
    hanya saja aku memang yang hina
    merasa muka tembok demimu Cinta....

    KULIPAT akal....
    fikiran sejengkal hanya habis di perempatan jalan
    bila hanya mengejarmu dengan tenaga kapan sampainya
    bodoh dan konyol ternyata ilmu itu tanpa aksara
    dan sedikit rayuan lewat abjad puisi Cinta....

    PAT KULIPAT...CINTAKU
    biar semua kubawa sendiri disini
    siketingian sampaiku memanjat saja
    sembari menunggu siapapun yang bermurah hati
    khan ku ihlaskan diri
    melipat semua keinginan ini semi satu kalimat
    semoga engaku Bahagia seperri yang engkau inginkan Cinta....

    Aku Kangen, Dia

    oleh : Abjad tak Beraturan

    sepi...
    sendiri....
    bilur bilur luka kecil dihati...
    pagi...
    disini..
    dengan nestapa menemani...
    dingin
    ku ingin
    dekapan manja darimu Dean
    lara
    luka
    biarkan hilang terbawa mesra
    rindu
    ku tunggu
    bersama mentari mejemput pagi....
    Aku Kangen....Dia

    ~0~
  2. BILA SEPERTIGA MALAM INI ADA
    oleh : Harmoni Jiwa Maya

    bila sepertiga malam ini ku lalui
    aku iri....
    darimu yang mengharumkan diri dengan nafas lafas sucimu
    dengan tak kikir waktu lalu berwudhu
    bulir tasbih ditangan berputar melantunkan dzikir..
    sementara diriku...
    harus menata bekal ini untuk pergi....

    bila sepertiga malam ini kulalui
    aku ingin sepertinya....
    dalam peluk mesra orang orang yang tercinta
    pun dia bisa menghangatkan badan berdua
    jika itu ada disebut indahnya berkeluarga
    betapa ni'matnya....

    bila sepertiga malam ini kulalui...
    selama ini kamu kemana Dinda
    tiada kabar berita
    hanya lepaskan kesengsaraan mencinta
    walau do'a itu terucap malam malam sebelum nya
    tapi ternyata Tuhan belum mau membukakan pintu hati
    bagimu dan untukmu yang selalu ku tunggu
    untuk melewati sepertiga malam berikutnya
  3. Tapak Tapak Bisu ( untukmu Buruh Pasar )
    oleh : Abjad Tak Beraturan

    tapak tapak bisu...
    melangkah pelan hanya sisakan bayang hitam dibalik temaram lampu
    memanggul dikanan dua buah keranjang
    berat...terasa berat melengkung bambu dipundak
    dihening sunyi ...
    sudah bermandi keringat
    sementara orang orang sedang enak berselimut
    tapak tapak bisu
    diangkutnya satu satu hingga tak terlupakan
    menyusuri perihnya hidup dalam gelap
    mencari bekal segeng gam beras untuk esok
    melepas senyum digamang tak bertuan malam
    tapak tapak bisu
    si rama rama hidup detak detik waktu
    tersenggal nafas tua tak surutkan semangat
    demi seribu dua ribu untuk bekal
    tapak tapak bisu .....
    segelas kopi penghangat ini untuk mu
    jemputlah malam ini bersama ku
    diantara bilur bilur kerinduan atas tebar ni'kmat
    yang telah terselip di kisi kisi sisi Pasar,.....

    Tapak Tapak Bisu....
  4. KETENTUAN-NYA
    oleh : Harmoni Jiwa Maya


    hinggap lantas terbang....
    laksana burung yang belum mempunyai sarang
    hanya akan pindah dari dahan yang satu ke dahan yang lain
    sesekali mencoba menyelami satu ranting bunga berpijak
    nyaman apa tidak ?
    bilakah dirasakan aman dia akanterbang dan kembali lalu membuatnya bersarang

    bilakah itu aku....
    terbang keatas impian diawan bersama bias cahaya jingga
    menuai keindahan dunia fana
    menyelami berkali kali hati untuk menyejukan jiwa mati ini
    sesekali mencari mencoba beranikan bertahan diri
    tapi....
    andai kata tidaklah sesuai apakah musti jadikan rumah tinggal
    seramah hati berupaya sebisa dan sekuat tenaga
    bila dahan itu akan patah karena beban
    pun bunga menolak dihisap madunya
    seharusnya dengan kerendahan hati aku terbang tinggi kembali
    mencari lantas mencari lagi hingga tempat aman dan nyaman itu ada ku dapati


    segala harapan....
    semua di ikhtiarkan lantas berido'a
    keindahan akan di terima walau waktu itu tak tau kapan
    sandari diri dengan ketentuan Illaahi
    terbaik hari ini yang didapat
    pahit manis itu lah buah dan bunga kehidupan
    dan semua sudah di Tentukan-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar