SENDIRI
denting waktu terasingkah diriku
dalam pekat senja
sendiri ku bertepi
terangkai pada langit malam
aku bertanya pada alam
dalam sepinya jiwa ini
membiru pada alunan bisu
saat lidahku kelu
masih adakah kealpaan yang tertinggal
sesalkah ini atau dendamkah
ingin ku berlari pada ketinggianmu
mengapai hasrat yang pernah ku janjikan
namun aku letih dalam janlanku
hingga ku sendiri dalam gelap ini
hanya tatapan semu ku dapatin
dan suara sumbang pecahkan nalarku
ini bukan terakhir
laju langkah sekuat tenaga
biarlah sendiri ku tapaki
dalam senja yang kian merindu
akan hadirnya cahaya bintang bintang
seperti kunang " tak pernah bertanya
kenapa mesti sepi kau hadirkan
namun cahaya itu tetap ku kagumi
denting waktu terasingkah diriku
dalam pekat senja
sendiri ku bertepi
terangkai pada langit malam
aku bertanya pada alam
dalam sepinya jiwa ini
membiru pada alunan bisu
saat lidahku kelu
masih adakah kealpaan yang tertinggal
sesalkah ini atau dendamkah
ingin ku berlari pada ketinggianmu
mengapai hasrat yang pernah ku janjikan
namun aku letih dalam janlanku
hingga ku sendiri dalam gelap ini
hanya tatapan semu ku dapatin
dan suara sumbang pecahkan nalarku
ini bukan terakhir
laju langkah sekuat tenaga
biarlah sendiri ku tapaki
dalam senja yang kian merindu
akan hadirnya cahaya bintang bintang
seperti kunang " tak pernah bertanya
kenapa mesti sepi kau hadirkan
namun cahaya itu tetap ku kagumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar