Sabtu, 02 Februari 2013

Cintaku Diatas Danau KELIMUTU

  1. Cintaku Diatas Danau KELIMUTU

    Oleh: Abjad tak Beraturan

    di jalan terjal
    kuraih mimpi indah nan damai dihati
    pada puncak gunung tinggi menjulang
    dihadang kabut, tipis pipih lalu kedinginan
    bergandengan tangan raih impian

    dan ketika fajar
    menunggumu sang mentari
    yang akan menghatkan kami
    dari dingin hati yang beku dijanji
    semalaman ku lelah mendaki
    kini tinggal menikmati
    dipuncak gunung, diantara danau warna warni
    lelah terobati dengan dekap hangatmu

    kasih kini...
    dipuncak kehangatan
    singkirkan dingin kebekuan jiwa
    ciptakan keindahan dunia
    diantara bilur bilur kerinduan
    kita merasakan kedamaian
    hati.....

    *desember Kenangan pic Danau Kelimutu Ende Flores NTT
    Widuri Hati

    Oleh : Abjad tak Beraturan

    hanya tapal batas di bayang
    rindu itu masih "gemathil" di sini
    ku sematkan dalam kantong tersendiri dalam hati
    terjaga dari duri duri hidupku
    bagai widuri didalam belukar
    mekar tapi tetap tak samar dan susah tergapai

    hening dari luapan kasar
    membesar tak pernah terjamah
    liar .....dialamnya
    dan ku biarkan hingga bunga widuri elok sendirian
    tak jeda dalam aksara
    Abjad mesra pemupuk cinta
    alami tanpa basa basi

    luruh tak letih besemi
    tersulami kupu kupu sehati
    dari pencarian cinta hakiki
    dan....
    aku tersadar ini akan kamu dapati
    widuri bermekaran aneka warna
    diantara belukar jiwa jiwa merana
    dan kelak kita jumputi bersama
    dalam magligai ikatan semakna
    sehati berdua dalam usaha
    menggapai ridho Lillahi Rabbi

  2. Yaa RABBANA

    oleh : Abjad Tak Beraturan

    berkumur membasuh maka tangan kepala dan kaki
    bidiri diselembar kain memanjang
    khusu'ku niat hanya padamu Yaa Rabbi
    memuji lewat lafas lafas khalam suci
    di ruku' sujud ku berucap lirih
    shalawar salam dan ku berakhir pada hamdalah

    mengambil posisi diri
    mencoba mengingat segala memori
    dari hari lalu hingga kini
    apa yang sudah bisa berarti
    apa yang telah terjalani
    seperti terhipnotis diingat baris garis
    menangis ku ditepian waktu

    dzirkir memujimu yaa rabbana
    tasbih berantai memutar searah
    mencoba ikhlas berpasrah
    hilangkan semua aluamah lelap di muhasabah
    terjamah...
    diri terhitung timbangan diri kalah
    selalu mendapati hal hal yang salah
    hanya berharap sebuah berkah
    secercah jalan lurus diantara jurang jurang dan lobang
    berada dalam nur yang terang
    lapukku bersandar pada do'a ku pada-Mu
    Yaa Rabbal'alamiin



    ::::::::::::::::::::

  3. BILA ITU KAMU

    oleh : Abjad Tak Beraturan

    lapar.....
    letih tak terhirau walau beban dibadan
    keringat takkan habis
    terkuras tenaga biar ku terima
    mencari dan mencari terus yang ada di benak
    bila itu perut berteriak
    bila itu hidup harus berjalan
    bila itu kita harus bertahan

    bila itu kamu
    yang memandu di atas keringnya batu
    diatas beban tanggung jawabmu
    tak perlu bersedih
    tak perlu mengumpat
    rencana itu pasti sudah ditulis
    bergaris lalu kita hanya menjalani

    bila itu kamu
    langkah kaki takkan bernah berkeluh
    hingga peluh tubuh membasuh
    tetes demi tetes hingga tak bersisa
    tetapi tenaga pasti ada
    karena semua ni'mat yang Kuasa

    bila itu kamu
    sandarkan pada Tuhan Mu
    bekalkan ikhlas menuju
    yakinkan kamu takkan mati karena hal itu
    karena semua takdir itu sudah ada didirimu

    bila itu kamu
    semangat jemput harapan
    mapankan disatu niatan
    beratkan jadi ringan dalam perjuangan
    yakini satu Rencana Tuhan
    fikirkan hal itu akan baik dimasa depan


  4. SALAH JALAN ( Bimbang )

    oleh : Abjad Tak Beraturan


    langkah kaki ini sudah bulat ingin mecari yang lebih berarti dan lebih baik dari pada di kampung nan udik dan pengangguran yang membebani ayah dan ibu ku saja, walau usiaku masih terhitung belia baru 16thn adanya, tp dengan tekad kuat kumantapkan kaki melangkah, dari pada membuat ortu kebingungan dngn biaya ini itu kalau aku dirumah.....
    tujuanku jauh disebrang, dan akhirnya aku tercapai juga.
    Awal aku datang semua masih bisa biasa saja karena masih tetap fokus pada kerja juga belum tau arah dimana dan kemana, lalu lama lama kebosanan ini muncul juga, setelah dua tahun aku mendekam saja aku mencari hawa diluar dan bergaul sesama teman perantauan, ternyata lama lama sedikit demi sedikit merubah penampilanku, aku dulu yang gadis lugu tanpa mikeup kini gincu merah itu sudah melekat dibibir, yang awalnya aku biasa tampil apa adanya sekarang mencari cari sesuai dengan porsi layaknya berteman sama yang lain dan akhirnya berubah total, kerudung jilbab hilang anting bertebaran ditubuh hingga lidahpun ada, aku jadi anak moderen di kota metropolitan dan aku merasa hidup bebas, tanpa aturan yang ada, semauku karena ini uang jerih payahku, aku mau berbuat apa saja itu hakku....
    akhirnya aku terbawa arus hitam, gelap dan bebas, seperti memandang luasnya dunia tak sesempit yang kufikir dikampung, dandanan feminimku kini berubah total jadi metal, keras, celana jeas melekat, baju ketat dan anehnya lagi aku beranjak seperti lelaki, suka melindungi kaumku, kaum hawa....
    hingga gelap itu pekat sekali dan aku larurut diirama mimpi malam yang kelam panjang dan tak tetipi batas hanya aku dalam jurang ketercelaan...
    sadari lamunan bayangku aku sudah tak berarti lagi bagi keluarga yang ku tinggalkan, hanya satu dua teman yang menajadi kekasih dan menemani kesepianku ditengah kota metropolitan itu....
    Sampai kapan akan berujung, aku hanya menjalani ini penyesalan masih belum jelas datang, karena ketakutanku akan sendiri dalam hidup sepi tanpa kasih sayang ....



    Aku bimbang !
  5. oleh : Abjad Tak Beraturan

    KANKER PAYUDARA

    tertegun didepan pintu menunggu
    berlarian dua bocah berebut tangan itu
    seraut wajah pucat sayu
    keriput halus mulai mengisi sekujur tubuh yang mulai merenta
    kepala pelontos tanpa sehelai rambut
    payudara sebelah terpotong habis tanpa sisa
    kurus badan seakan tiada pernah ada makanan terkunyah
    tersenyum tulus memeluk manja kedua cucunya
    ibu....lirihku memeluk tanpa berbasi lagi
    ku cium dua telapak kaki itu bertetes linang ini tiada arti
    15 tahun itu singkat hari ini kudapati
    tak berani menatap mata manjanya
    hanya isak berteman sesal dalam dada
    teraih pundak tak terasa melayang ke udara
    ingat kala sebelum ku tinggalkan rumah ini
    Badan itu tak separah yang aku kira.....
    dan aku hanya terpana melihat semuanya
    ibu ....maafkan ananda dan cucu
    tiada jawaban selain ambigu bisu
    memeluk mesra inikah balasku selama itu
    telah kuhabiskan asupan susu itu dua tahun
    membesarkan diri ini pontang panting terjang halang rintang
    kini kanker itu memakan sisa jatah untukku
    rontok sehelai demi sehelai mutiara indah kepala demi hidupnya
    ibu.....adakah yang terbaik untukmu
    tersenyum manja seraya tanpa kata hanya berlirih suara
    bunda ingin engkau ada disini disisi ibu yang menua
    indahnya diamku ada bersama anak dan cucuku
    lengkap kaya ku bila hati ini bisa mengeluh pada dirimu
    hilang rasasakitku bila senyum kamu hadirkan tiap pagi
    ikhlas matiku jika kubur itu tertutup dari tangan kanan anak tersayang
    ibu....maafkan aku
    petir itu menyambar datar diatar bayang ingat
    15 tahun aku berkecukupan di negeri seberang
    bergelimangan dunia keindahan
    kenapa rintihmu tiada pernah aku mendengarkan
    dan penyesalan datangkah sekarang
    ternya kasihmu memang hingga hayat dikandung badan
    hanya bisa menyebut namamu dalam nafas ku selalu berdo'a
    ibu....


    :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar