- Cintaku Diatas Danau KELIMUTU
Oleh: Abjad tak Beraturan
di jalan terjal
kuraih mimpi indah nan damai dihati
pada puncak gunung tinggi menjulang
dihadang kabut, tipis pipih lalu kedinginan
bergandengan tangan raih impian
dan ketika fajar
menunggumu sang mentari
yang akan menghatkan kami
dari dingin hati yang beku dijanji
semalaman ku lelah mendaki
kini tinggal menikmati
dipuncak gunung, diantara danau warna warni
lelah terobati dengan dekap hangatmu
kasih kini...
dipuncak kehangatan
singkirkan dingin kebekuan jiwa
ciptakan keindahan dunia
diantara bilur bilur kerinduan
kita merasakan kedamaian
hati.....
*desember Kenangan pic Danau Kelimutu Ende Flores NTTWiduri Hati
Oleh : Abjad tak Beraturan
hanya tapal batas di bayang
rindu itu masih "gemathil" di sini
ku sematkan dalam kantong tersendiri dalam hati
terjaga dari duri duri hidupku
bagai widuri didalam belukar
mekar tapi tetap tak samar dan susah tergapai
hening dari luapan kasar
membesar tak pernah terjamah
liar .....dialamnya
dan ku biarkan hingga bunga widuri elok sendirian
tak jeda dalam aksara
Abjad mesra pemupuk cinta
alami tanpa basa basi
luruh tak letih besemi
tersulami kupu kupu sehati
dari pencarian cinta hakiki
dan....
aku tersadar ini akan kamu dapati
widuri bermekaran aneka warna
diantara belukar jiwa jiwa merana
dan kelak kita jumputi bersama
dalam magligai ikatan semakna
sehati berdua dalam usaha
menggapai ridho Lillahi Rabbi
- Yaa RABBANA
oleh : Abjad Tak Beraturan
berkumur membasuh maka tangan kepala dan kaki
bidiri diselembar kain memanjang
khusu'ku niat hanya padamu Yaa Rabbi
memuji lewat lafas lafas khalam suci
di ruku' sujud ku berucap lirih
shalawar salam dan ku berakhir pada hamdalah
mengambil posisi diri
mencoba mengingat segala memori
dari hari lalu hingga kini
apa yang sudah bisa berarti
apa yang telah terjalani
seperti terhipnotis diingat baris garis
menangis ku ditepian waktu
dzirkir memujimu yaa rabbana
tasbih berantai memutar searah
mencoba ikhlas berpasrah
hilangkan semua aluamah lelap di muhasabah
terjamah...
diri terhitung timbangan diri kalah
selalu mendapati hal hal yang salah
hanya berharap sebuah berkah
secercah jalan lurus diantara jurang jurang dan lobang
berada dalam nur yang terang
lapukku bersandar pada do'a ku pada-Mu
Yaa Rabbal'alamiin
::::::::::::::::::::
BILA ITU KAMU
oleh : Abjad Tak Beraturan
lapar.....
letih tak terhirau walau beban dibadan
keringat takkan habis
terkuras tenaga biar ku terima
mencari dan mencari terus yang ada di benak
bila itu perut berteriak
bila itu hidup harus berjalan
bila itu kita harus bertahan
bila itu kamu
yang memandu di atas keringnya batu
diatas beban tanggung jawabmu
tak perlu bersedih
tak perlu mengumpat
rencana itu pasti sudah ditulis
bergaris lalu kita hanya menjalani
bila itu kamu
langkah kaki takkan bernah berkeluh
hingga peluh tubuh membasuh
tetes demi tetes hingga tak bersisa
tetapi tenaga pasti ada
karena semua ni'mat yang Kuasa
bila itu kamu
sandarkan pada Tuhan Mu
bekalkan ikhlas menuju
yakinkan kamu takkan mati karena hal itu
karena semua takdir itu sudah ada didirimu
bila itu kamu
semangat jemput harapan
mapankan disatu niatan
beratkan jadi ringan dalam perjuangan
yakini satu Rencana Tuhan
fikirkan hal itu akan baik dimasa depan
- SALAH JALAN ( Bimbang )
oleh : Abjad Tak Beraturan
langkah kaki ini sudah bulat ingin mecari yang lebih berarti dan lebih baik dari pada di kampung nan udik dan pengangguran yang membebani ayah dan ibu ku saja, walau usiaku masih terhitung belia baru 16thn adanya, tp dengan tekad kuat kumantapkan kaki melangkah, dari pada membuat ortu kebingungan dngn biaya ini itu kalau aku dirumah.....
tujuanku jauh disebrang, dan akhirnya aku tercapai juga.
Awal aku datang semua masih bisa biasa saja karena masih tetap fokus pada kerja juga belum tau arah dimana dan kemana, lalu lama lama kebosanan ini muncul juga, setelah dua tahun aku mendekam saja aku mencari hawa diluar dan bergaul sesama teman perantauan, ternyata lama lama sedikit demi sedikit merubah penampilanku, aku dulu yang gadis lugu tanpa mikeup kini gincu merah itu sudah melekat dibibir, yang awalnya aku biasa tampil apa adanya sekarang mencari cari sesuai dengan porsi layaknya berteman sama yang lain dan akhirnya berubah total, kerudung jilbab hilang anting bertebaran ditubuh hingga lidahpun ada, aku jadi anak moderen di kota metropolitan dan aku merasa hidup bebas, tanpa aturan yang ada, semauku karena ini uang jerih payahku, aku mau berbuat apa saja itu hakku....
akhirnya aku terbawa arus hitam, gelap dan bebas, seperti memandang luasnya dunia tak sesempit yang kufikir dikampung, dandanan feminimku kini berubah total jadi metal, keras, celana jeas melekat, baju ketat dan anehnya lagi aku beranjak seperti lelaki, suka melindungi kaumku, kaum hawa....
hingga gelap itu pekat sekali dan aku larurut diirama mimpi malam yang kelam panjang dan tak tetipi batas hanya aku dalam jurang ketercelaan...
sadari lamunan bayangku aku sudah tak berarti lagi bagi keluarga yang ku tinggalkan, hanya satu dua teman yang menajadi kekasih dan menemani kesepianku ditengah kota metropolitan itu....
Sampai kapan akan berujung, aku hanya menjalani ini penyesalan masih belum jelas datang, karena ketakutanku akan sendiri dalam hidup sepi tanpa kasih sayang ....
Aku bimbang ! - oleh : Abjad Tak Beraturan
KANKER PAYUDARA
tertegun didepan pintu menunggu
berlarian dua bocah berebut tangan itu
seraut wajah pucat sayu
keriput halus mulai mengisi sekujur tubuh yang mulai merenta
kepala pelontos tanpa sehelai rambut
payudara sebelah terpotong habis tanpa sisa
kurus badan seakan tiada pernah ada makanan terkunyah
tersenyum tulus memeluk manja kedua cucunya
ibu....lirihku memeluk tanpa berbasi lagi
ku cium dua telapak kaki itu bertetes linang ini tiada arti
15 tahun itu singkat hari ini kudapati
tak berani menatap mata manjanya
hanya isak berteman sesal dalam dada
teraih pundak tak terasa melayang ke udara
ingat kala sebelum ku tinggalkan rumah ini
Badan itu tak separah yang aku kira.....
dan aku hanya terpana melihat semuanya
ibu ....maafkan ananda dan cucu
tiada jawaban selain ambigu bisu
memeluk mesra inikah balasku selama itu
telah kuhabiskan asupan susu itu dua tahun
membesarkan diri ini pontang panting terjang halang rintang
kini kanker itu memakan sisa jatah untukku
rontok sehelai demi sehelai mutiara indah kepala demi hidupnya
ibu.....adakah yang terbaik untukmu
tersenyum manja seraya tanpa kata hanya berlirih suara
bunda ingin engkau ada disini disisi ibu yang menua
indahnya diamku ada bersama anak dan cucuku
lengkap kaya ku bila hati ini bisa mengeluh pada dirimu
hilang rasasakitku bila senyum kamu hadirkan tiap pagi
ikhlas matiku jika kubur itu tertutup dari tangan kanan anak tersayang
ibu....maafkan aku
petir itu menyambar datar diatar bayang ingat
15 tahun aku berkecukupan di negeri seberang
bergelimangan dunia keindahan
kenapa rintihmu tiada pernah aku mendengarkan
dan penyesalan datangkah sekarang
ternya kasihmu memang hingga hayat dikandung badan
hanya bisa menyebut namamu dalam nafas ku selalu berdo'a
ibu....
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Sabtu, 02 Februari 2013
Cintaku Diatas Danau KELIMUTU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar